Manchester City Sabet Gelar Community Shield Dari Liverpool

Berita Sepakbola – Manchester City sukses menyabet titel Community Shield setelah menekuk Liverpool melalui adu penalti pada pertandingan yang digelar di Stadion Wembley, Minggu (4/8) malam WIB.

The Cityzens sempat unggul lebih dulu melalui sepakan Raheem Sterling di babak pertama, sebelum disamakan oleh sundulan Joel Matip di menit 77 paruh kedua. Simak laporan pertandingan selengkapnya.

Manchester City membuka laga dengan agresif. Di menit ketiga Sterling berhasil merebut bola dari kaki Gomez, sebelum melepas umpan terobosan ke kotak penalti Liverpool. Sane mencoba memanfaatkan peluang tersebut, namun sepakan winger asal Jerman itu masih menyamping di sisi kiri gawang.

Tiga menit berselang Liverpool juga melancarkan serangan berbahaya. Firmino mengecoh Zinchenko dan Otamendi di ujung area penalti City, sebelum melepaskan tembakan voli yang masih bisa diamankan Bravo.

Menit keenam armada Jurgen Klopp kembali mengancam Cityzens melalui serbuan kilatnya. Salah meneruskan umpan terobosan akurat dari Firmino melalui sepakan first time , tetapi upaya winger asal Mesir itu belum mengarah ke sasaran.

City sukses membuka skor lebih dulu di menit 12. Dalam posisi tak terkawal, Sterling berhasil menyambar umpan tarik yang dilepaskan Silva di mulut gawang. Sontekan terukur winger asal Inggris itu tak mampu dibendung Alisson. 1-0!

Guardiola terpaksa harus melakukan pergantian prematur di menit 13. Sane mengalami cedera setelah terlibat benturan dengan Alexander-Arnold. Sang winger digantikan oleh Jesus.

Liverpool mencoba merespons ketertinggalan mereka di menit 15, dengan Salah melakukan aksi individual menawan di sayap kanan. Sampai di kotak penalti, eks Roma itu mengirim tembakan dari sudut sempit, namun usahanya masih melebar.

Memasuki menit 17 Sterling nyaris mencetak gol keduanya di laga ini, ketika ia berhasil melepaskan sepakan kencang dari sisi kiri area penalti, namun bola masih sanggup diselamatkan oleh Alisson.

Upaya Liverpool untuk menyamakan skor kembali kandas. Robertson berlari hingga ke depan area penalti, sebelum melepas umpan terobosan ke arah Salah, namun operan sang full-back meluncur terlalu kencang.

The Reds mencoba menekan dari sayap kiri, di mana Origi menyuplai umpan silang ke kotak penalti City. Otamendi dan Zinchenko gagal melakukan halauan dan bola jatuh ke hadapan Salah. Sang winger lantas mengirim tembakan, namun bola meluncur menjauhi mistar gawang.

Wasit mengeluarkan kartu kuning perdananya di menit 33. Peringatan keras diberikan sang pengadil kepada De Bruyne, yang dengan sengaja menjatuhkan Origi.

Lima menit menjelang turun minum, Stones merancang serangan City dengan mengirim umpan terobosan ke sepertiga akhir lapangan, namun De Bruyne sudah berada dalam posisi off side.

Dua menit berselang Gomez dan Silva terkapar setelah keduanya terlibat benturan keras di tengah lapangan. Guardiola terlihat emosional dan melancarkan protes keras terhadap ofisial keempat. Aksi manajer asal Spanyol itu mendapat peringatan dari wasit, yang memberikan kartu kuning untuk eks bos Barcelona tersebut.

Hingga berakhirnya laga babak pertama skor 1-0 tetap bertahan untuk keunggulan City.

Memasuki interval kedua City langsung mengancam Liverpool lewat aksi Silva, yang meneruskan umpan dari Jesus, namun tembakan first time gelandang asal Spanyol itu melambung terlalu tinggi.

Liverpool tak tinggal diam. Mereka membalas serangan City di menit 48. Robertson menyuplai umpan ke ujung area penalti, di mana Origi langsung meneruskan bola melalui tembakan kencang, tetapi upaya sang striker berhasil diselamatkan Bravo.

Upaya City untuk menggandakan skor hampir terjadi semenit berselang, ketika Sterling tembakan menerpa tiang gawang, namun eks The Reds itu sudah berada dalam posisi off side ketika menyambar operan dari Silva.

The Reds hampir memecah kebuntuan di menit 57, saat van Dijk berhasil meneruskan umpan silang dari Alexander-Arnold, namun sepakan sang bek sentral hanya memantul di atas garis gawang setelah bola sempat membentur mistar.

Gempuran sporadis Liverpool terus merepotkan Manchester City. Armanda Klopp kembali berpeluang membuka skor di menit 58, namun tembakan yang dilepaskan Salah hanya menerpa tiang gawang.

Setelah beberapa kali ditekan Liverpool, City akhirnya kembali menciptakan kans emas. Setelah menerima umpan terobosan dari Walker, Sterling tinggal berhadapan dengan Alisson, namun sang winger gagal menaklukkan kiper asal Brasil tersebut.

Sadar timnya butuh gol penyeimbang secepatnya, Klopp akhrinya mengubah komposisi skuadnya. Manajer asal Jerman itu memasukkan Matip dan Keita. Kedua pemain tersebut menggantikan Alexander-Arnold dan Fabinho.

Salah melancarkan teror berbahaya di menit 69, ketika ia berhasil melakukan penetrasi dari sayap kanan menuju ujung kotak penalti City, namun tembakan menyusur tanah sang winger masih mampu diselamatkan Bravo.

Gol yang dinanti Liverpool akhirnya datang di menit 77. Matip sukses menyambar umpan silang yang dikirimkan van Dijk melalui tandukan dari jarak dekat. Bravo tak kuasa menahan derasnya aliran bola. 1-1!

Selepas menyamakan skor, The Reds semakin percaya diri menekan Manchester City. Sebuah kans emas kembali mereka dapatkan di menit 82, ketika Keita meneruskan umpan tarik dari Lallana, namun sepakan eks RB Leipzig itu mengarah tepat ke pelukan Bravo.

Salah berupaya membawa timnya unggul melalui sepakan jarak jauhnya di menit 86, tetapi percobaan sang winger membentur Zinchenko sehingga bola melambung di atas mistar gawang. Dua menit berselang Salah kembali meneror City, namun kali ini tembakannya berhasil diblok oleh Bravo.

Liverpool nyaris membalikkan kedudukan di menit ketiga tambahan waktu. Salah mencoba memanfaatkan kesalahan Otamendi, namun sepakannya berhasil ditepis Bravo. Sang winger lantas meraih kans berikutnya, namun ia gagal memanfaatkan bola rebound setelah sundulannya dihalau oleh Walker.

Hingga waktu babak kedua habis, kedua tim gagal mencetak gol tambahan dan pertandingan langsung dilanjutkan ke babak adu penalti. Pada babak ini, Georginio Wijnaldum menjadi satu-satunya eksekutor yang gagal menjalankan tugas. Tendangannya berhasil dihalau Bravo. Sementara, sembilan eksekutor lain berhasil melesakkan gol. Gabriel Jesus menjadi penentu setelah tendangannya tidak mampu dibendung Alisson.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *